Indonesia adalah hasil produk dari penjajahan Belanda yang berlangsung berabad-abad, artinya bukan akibat. Seandainya orang Belanda tidak pernah datang dan menaklukan penguasa-penguasa lokal di berbagai wilayah di Nusantara pada waktu itu dan melakukan penjajahan selama sekian lama, kemungkinan besar tidak akan pernah pula muncul negara bangsa yang disebut Indonesia. Kasus yang sama persis terjadi dengan India – yang seandainya tidak dijajah Inggris – kemungkinan akan tetap sebagai kerajaan- kerajaan mandisi yang solid dan jaya. Negara-negara bagian di India sekarang ini pada mulanya adalah kerajaan-kerajaan mandiri.
Indonesia juga termasuk negara bangsa yang aneh – kalau bukan ajaib disebutnya – , karena nama ini baru belakangan saja muncul di wilayah jajahan yang disebut Hindia Belanda. Nama Indonesia belum ada seratus tahun umurnya, jadi masih sangat muda sejarahnya, sedangkan nama-nama yang lebih tua adalah Sriwijaya, Mataram, Galuh, Pajajaran, Majapahit, Kutai Kartanegara dll. Kerajaan-kerajaan di Nusantara pada mulanya adalah wilayah kerajaan sendiri-sendiri dan belum muncul apa yang sekarang kita sebut sebagai negara bangsa. Kita hampir tidak pernah mendengar orang menyebut dirinya bagian dari bangsa Sunda, bangsa Kalimantan, bangsa Sumatera atau bahkan bangsa Papua sekalipun.
Banyak orang kemungkinan juga tidak bisa menjawab langsung pertanyaan: Anda bangsa mana – lebih mudah menjawab pertanyaan: Anda dari negara mana? Kesadaran akan hadirnya konsep negara jauh lebih mudah dipahami daripada kesadaran akan kebangsaan. Kalau Anda menjawab pertanyaan Anda orang mana dengan mengatakan saya orang Indonesia – yang dimaksud adalah pertama-tama negara Indonesia, NKRI. Baru kemudian kita akan menyebut diri sebagai orang Kalimantan, Papua, Bangka dst. Yang terakhir ini sangkutannya adalah identitas batin kita dalam arti identitas budaya.
Maka orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang amat beraneka ragam suku, bahasa dan kebudayaannya tidak serta merta otomatis bisa dipersatukan atau merasa Bersatu satu sama lain. Harus ada alat pembantu dan alasan yang lain yang cukup untuk mendorong ke arah terbentuknya kesadaran sebagai negara-bangsa yang satu dan sama yakni Indonesia. Bahasa Indonesialah sebenarnya yang menjadi alat pemersatu yang utama – sementara persamaaan nasib sebagai sama-sama jajahan Belanda menjadi pemicu pertama.
Dalam pengertian sejarah yang demikian, sesungguhnya Bahasa Indonesia juga adalah mukjizat yang luar biasa – alias bukan mukjizat yang sering terjadi. Itu terjadi demikian karena hanya Bahasa Indonesialah yang seakan-akan tercipta dari ketiadaan sebelumnya – sementara kita tahu asal muasalnya adalah dari Bahasa Melayu yang memang sudah lama ada jauh- jauh sebelumnya. Bahasa Indonesia praktis sama dengan umur pergerakan kebangsaan yang muncul di Hindia Belanda pada awal abad ke-20 yang lalu. Jadi Anda siapa? Lalu masing-masing pertama-tama akan menjawab sesuai dengan kecenderungan ikatan batinnya artinya identitas suku baru kemudian yang lainnya, misalnya: kami orang Dayak atau Batak atau Bali atau Thionghoa, kami orang Sumatera, kita orang Melayu, kita orang Nusa Tenggara, kita orang Maluku. Apakah Anda orang Indonesia?